KUPANG, KN — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka kegiatan Lokakarya Optimalisasi Peran Pokja Bunda Literasi Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT di Hotel Sasando, Kota Kupang, pada Jumat (06/11/2026). 

Pertemuan yang dihadiri jajaran pengurus Bunda Literasi dari seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur ini digelar untuk memperkuat sinergi dan merumuskan langkah taktis dalam memperluas pemanfaatan buku bacaan bermutu bagi anak-anak di tingkat tapak.

Suasana di dalam ruang pertemuan utama Hotel Sasando berlangsung sangat hangat, interaktif, dan dipenuhi antusiasme dari ratusan peserta yang hadir. 

Ruangan serbaguna beralas karpet berdekorasi backdrop biru cerah bertuliskan “Lokakarya Optimalisasi Peran Pokja Bunda Literasi Kab/Kota dan Provinsi NTT untuk Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu” tampak dipadati oleh pengurus Bunda Literasi, perwakilan organisasi perempuan, akademisi, serta pejabat instansi teknis. 

Para peserta duduk melingkar di meja-meja bundar berbalut kain cokelat keemasan. 

Gubernur Melki Laka Lena yang mengenakan kemeja motif tenun tradisional bernuansa kuning cerah tampil memberikan pengarahan secara energik dari atas mimbar pidato kayu berlatar bendera Merah Putih. 

Acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan buku bacaan bermutu secara simbolis kepada perwakilan Bunda Literasi yang mengenakan selempang kebesaran, disusul dengan peragaan gestur salam literasi dan foto bersama seluruh rombongan di depan panggung.

Dalam sambutan pengarahannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan pentingnya orientasi pembangunan daerah yang berimbang antara penyediaan sarana fisik dan peningkatan daya pikir masyarakat.

“Masa depan NTT tidak hanya dibangun dengan infrastruktur, tetapi juga melalui pengetahuan dan kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, budaya membaca harus kita tanamkan sejak dini, dimulai dari rumah, diperkuat di sekolah, dan digerakkan bersama oleh seluruh elemen masyarakat,” tegas Gubernur Melki Laka Lena di podium utama.