Gubernur Melki juga menggarisbawahi peran vital para ibu dan pengurus Bunda Literasi di daerah sebagai garda terdepan dalam menumbuhkan kecintaan membaca di lingkungan keluarga. 

Ia meminta agar agenda lokakarya ini berdampak langsung pada pemanfaatan buku-buku bacaan berkualitas di perpustakaan sekolah maupun sudut baca desa.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi melahirkan gerakan literasi yang nyata dan berkelanjutan. Bunda Literasi, khususnya para ibu, memiliki peran penting menjadi inspirator budaya membaca dalam keluarga. Sebab, anak-anak yang gemar membaca akan memiliki bekal untuk berpikir kritis, kreatif, dan menghadapi masa depan,” pungkas Gubernur Melki. (agn)