KUPANG, KN – Perhelatan Mooncake Festival 2026 yang berlangsung selama tiga hari (25–27 September 2026) di Jalan El Tari resmi ditutup dengan catatan sukses besar pada sektor ekonomi kerakyatan dan penguatan toleransi antarumat di Nusa Tenggara Timur. 

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) mencatat estimasi perputaran uang mencapai Rp2,5 miliar selama Rangkaian acara berlangsung.

Suasana malam penutupan berlangsung semarak dan sarat makna persatuan.

 Cahaya sorot lampu panggung memancar megah mendampingi jajaran pimpinan daerah, pengurus PSMTI, serta para peserta Koko Cici NTT berbusana adat dan gaun merah yang berdiri berdampingan di atas panggung utama. 

Ribuan pengunjung dari pelbagai latar belakang etnis antusias memadati stan-stan jajanan kuliner di bawah naungan tenda putih yang berderet sepanjang jalan, sembari menikmati sajian pertunjukan seni budaya Tionghoa.

Ketua PSMTI Kota Kupang, Dedy Tanjung, mengungkapkan bahwa keberhasilan festival ini disokong oleh partisipasi aktif 110 tenant UMKM serta dukungan 30 sponsor. 

Dari total nilai perputaran ekonomi, sekitar Rp2 miliar bergulir langsung di tingkat usaha mikro. 

Sementara itu, Ketua PSMTI Provinsi NTT, Hengky Lianto, menambahkan bahwa ajang ini dirancang sebagai ruang merawat keberagaman dan memupuk solidaritas kemanusiaan.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang turut hadir dalam acara penutupan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi budaya yang mampu merajut keharmonisan masyarakat.

“Keberagaman tidak harus memisahkan kita. Justru keberagaman selalu melengkapi dan budaya dapat menjadi jembatan yang mempertemukan kita dalam mosaik kebersamaan,” kata Melki.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo yang hadir di lokasi turut menyampaikan pesan mendalam mengenai arti penting keberagaman sebagai fondasi utama kemajuan Kota Kupang.

“Di Kota Kupang, keberagaman bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan. Bukan menjadi jarak pemisah, tetapi menjadi jembatan. Setelah lampion dipadamkan dan festival ini berakhir, semangat persaudaraan kita harus tetap menyala,” pungkas dr. Christian. (agn)