
Pasca pemberkatan laut dan peledang, masyarakat Lamalera mengikuti sebuah ritual yang dinamakan Tena Fule menggunakan peledang Praso Sapang.
Praso Sapang akan dilepaskan ke laut untuk membawa pesan kepada makluk laut, bahwa masyarakat Lamalera membutuhkan hewan besar untuk dibarter dengan jagung dan padi.
Selama sejumlah ritual itu berlangsung, haram hukumnya bagi masyarakat Lamalera untuk melaut, apalagi menangkap ikan. Karena itu, laut telah disterilkan sejak upacara Tobu Neme Fate hingga Misa Lefa.
Sehari setelah Misa Lefa, masyarakat Lamalera mulai berburu Paus. Perburuan dilaksanakan setiap hari sampai bulan Oktober, kecuali hari Minggu.*
Halaman





Tinggalkan Balasan