Tobu Nama Fate juga merupakan seremonial adat untuk saling berdamai dan memaafkan satu dengan yang lain sebelum musim berburu Paus dimulai.
Acara ini dilaksanakan di pinggir pantai Lamalera dan melibatkan Lika Telo (tiga tungku) yaitu Suku Bataona, Blikololong dan Lewotukan.
Pasca seremonial adat Tobu Nama Fate, masyarakat Lamalera kemudian melaksanakan perayaan ekaristi di pinggir pantai, untuk mendoakan arwah nelayan yang meninggal di laut.
Perayaan ekaristi ini dilaksanakan sehari sebelum pembukaan musim berburu Paus, yaitu pada tanggal 30 April setiap tahun.

Saat itu semua masyarakat berbondong-bondong turun ke pantai untuk mengikuti misa dan mendoakan serta menyalakan lilin di pinggir pantai Lamalera.
Kemudian pada puncak pembukaan musim berburu Paus yaitu tanggal 1 Mei, masyarakat Lamalera menggelar perayaan ekaristi atau misa lefa.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemberkatan laut dan peledang (perahu yang digunakan untuk berburu paus, red) oleh Romo atau Pastor yang memimpin Misa Lefa.





Tinggalkan Balasan