Muhamad Fahri juga mengakui kalau data yang dikumpulkan belum rampung. Kejari Ende pun belum bisa menghitung jumlah anggaran yang digunakan.

“Kita belum ambil keputusan apakah jumlah anggaran yang telah dianggarkan sudah diserap seratus persen atau belum,” ucapnya.

Untuk sementara, Kejari Ende telah memeriksa semua perangkat desa, dan tidak menutup kemungkinan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

“Termasuk pekerja dan para penyedia,” tegasnya.

Dia juga berharap kepada seluruh masyarakat yang mengetahui peristiwa tersebut, diharapkan untuk segera memberikan informasi kepada pihak Kejari Ende.

Untuk diketahui, hingga berita ini diturunkan, semua aparat Desa Wolo Au belum berhasil dikonfirmasi.*