Keempat, seorang politisi mestilah tahu bergaul dengan masyarakat dan mampu membaca situasi masyarakatnya. Dia peka terhadap masyarakat dan mampu memberi solusi atas isu-isu kemanusiaan. 

Kelima, seorang politisi yang baik harus mempunyai kehidupan moral yang baik dan ketahanan moral yang dapat diandalkan. Moralitas adalah modal dasar seorang yang tidak pernah boleh  berkurang. Skandal yang dibuatnya akan menjadi musuh dari sebuah kepercayaan masyarakat.

Mungkin kualitas-kualitas yang dipaparkan di atas sangat ideal. Tetapi untuk membangun kualitas dari seorang pemimpin pada umumnya dan khusunya bagi politisi hemat saya harus terus berjalan dengan sebuah proses perjuangan. Berjalan dalam sebuah proses akan nampak dalam beberapa hal yakni, perlu membangun kepercayaan diri (self confidence) dan perlu menumbuhkan rasa percaya diri, tidak terkurung oleh rasa rendah diri.

Perjuangan politik mencakup kecakapan pembangunan lobby dan menggalang kekuatan untuk mengambil keputusan. Hal ini bahwa lobby dalam perjuangan politik bukan diukur oleh waktu dan moment pemilihan tetapi harus sudah ditanam dalam seluruh keseharian hidup dan karya. Investasi kegigihan dan keberhasilan dalam belbagai kehidupan sangat menentukan. Dengan kata lain, promosi diri jangan hanya dibuat ketika ada pemilu. Seorang politisi tidak tamat untuk belajar tetali terus memperkaya diri dengan membaca, mencari tahu di dalam ilmu-ilmu dan tidak pernah mengatakan kata “stop”  dalam kegagalan.