Integritas Pemimpin Politisi

Ketika kita berbicara tentang integritas politisi, itu berarti kita berbicara mengenai keutuhan dari pemimpin. Artinya pemimpin yang memiliki Integritas diri dalam konteks ini bukan hanya soal kualitas kepribadian seseorang, melainkan relasi antara kualitas kepribadian  dengan peran yang harus dimainkannya. Seseorang pemimpin yang baik, namun belum tentu dia baik untuk melaksanakan peran dan tugas tertentu. Integritas yang dimaksudkan penulis disini adalah kesepadanan antara kemamuan diri dengan peran yang harus dimainkan seseorang. Bukan sesuatu yang muluk-muluk. Seseorang politisi, hemat saya memiliki integritas yang nemiliki kemampuan mewakili rakyat dalam menyelenggarakan kekuasaan.

Seorang politisi yang berintegritas adalah seseorang yang sungguh merakyat, memahami pikiran dan perasaan rakyat. Kepekaan hati dan budi sangat penting dan menjadi syarat bahwa seorang politisi dapat dipercayai oleh masyarakat. Maksudnya, pola hidupnya tidak demikian mencolok atau “kaya mendadak” sehingga menimbulkan kecurigaan bagi rakyat. Selain itu, secara sangat sederhana dapat dikatakan bahwa seseorang yang berkualitas adalah seseorang yang memiliki kompetisi, berkomitmen, melaksanakan perannya dan hidup sebagai wakil rakyat. Seseorang politisi haruslah bersih dari korupsi, jujur, tegas dan memiliki semangat visioner untuk membawa masyarakatnya ke arah hidup yang lebih baik. Hal ini mendapat tekanan khusus dalam surat gembala KWI 2014 tentang kriteria calon legislatif. (Bdk. Surat Gembala KWI, Jadilah Pemimpn Yang Cerdas dengan Berpegang Pada Hati Nurani, tahun 2014).