Pertama, pemborosan waktu. Perkembangan media sosial membuat kinerja lebih cepat, tepat, akurat sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang dihasilkan. Adapun media sosial yang sering digunakan pada saat ini adalah Facebook, Instagram, Path, dan media sosial lainnya. Seperti yang sudah diketahui, media sosial selalu menampilkan program-program terbaik dan sangat kontekstual dengan nilai rekreatif tinggi juga. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila seseorang bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menikmati acara atau program yang ditampilkan oleh media sosial.
Salah satu pengguna media sosial sekarang adalah kaum remaja. Dengan menggunakan media sosial, kaum remaja dapat dengan mudah berkomunikasi jarak dekat maupun jarak jauh tanpa harus bertatap muka atau bertemu. Media sosial bagi remaja merupakan hal yang penting tidak hanya sebagai tempat memperoleh informasi yang menarik tetapi juga sudah menjadi gaya hidup. Banyak kaum remaja yang tidak dianggap jaman dahulu (jadul) karena tidak memiliki akun media sosial. Disadari atau tidak, kaum remaja yang sering menggunakan media sosial tidak hanya dapat memboros uang tapi juga memboros waktu mereka untuk belajar atau sedang bersama keluarga di rumah. Memang benar bahwa pengguna media sosial bisa menikmati layanan gratis, namun banyak kaum remaja yang kecanduan untuk terus bermain media sosial. Bahkan, tidak sedikit yang sampai lupa waktu. Kebiasaan tersebut dapat menguras kuota internet secara signifikan. Ditambah lagi, makin hari konten video yang berukuran besar makin mendominasi media sosial. Meski saja banyak di rumah kaum remaja, orangtua mereka bisa menggunakan wifi gratisan, tetap saja ada kaum remaja yang tidak puas dan harus beli kuota internet. Hal ini dapat mengantisipasi kaum remaja apabila mereka berada di luar rumah, konten-konten dalam media sosial masih dinikmati. Berbagai macam hal ini, kaum remaja sampai melupakan untuk menikmati waktu atau kesempatan untuk membaca buku atau mengerjakan hal-hal yang penting. Kehadiran media sosial mestinya harus ditanggapi dengan kritis khususnya oleh kaum remaja sendiri agar dengan bijak dan dapat membawa manfaat untuk bagi perkembangan dan pertumbuhan dalam hidup.



Tinggalkan Balasan