Usaha tersebut digeluti sejak tahun 2009 di rumahnya dengan menerima pesanan berskala kecil. Ia juga memilih tidak pernah mengiklankan usahanya, karena khawatir pelanggan tidak puas setelah pesanan selesai dikerjakan.
“Jadi ketika orang pesan baru dikerjakan, sehingga terjadi rantai informasi dari orang ke orang. Sekarang sudah banyak yang pesan, termasuk kebutuhan bangunan mebel di hotel, pesanan dari luar Manggarai Barat, Manggarai Timur seperti Kidcenset yang dipesan seorang Kepala Dinas,” jelasnya.
Untuk kepuasan pelanggan, kata Anton, pasti ada plus minus yang harus diterima menjadi berkat dan rahamat. Kritikan menurutnya, sangat penting untuk membuatnya terus meningkatkan kemampuan.
Untuk melancarkan usahanya, Anton mempekrjakan dua orang adiknya yang masih duduk di bangku kuliah Unika St. Paulus Ruteng, karena mereka memiliki banyak waktu luang. Usaha tersebut juga dipersiapkan untuk adiknya di kemudian hari.
“Jadi mereka itu partner kerja, karena mereka juga mau belajar. Hasilnya nanti akan dibagi kepada mereka, termasuk salah satu adik yang sudah putus kuliah. Ini juga saya persiapkan untuk mereka sehingga nanti punya mata pencaharian meskipun tidak di kantor,” ungkapnya.



Tinggalkan Balasan