“Jadi mereka itu partner kerja, karena mereka juga mau belajar. Hasilnya nanti akan dibagi kepada mereka, termasuk salah satu adik yang sudah putus kuliah. Ini juga saya persiapkan untuk mereka sehingga nanti punya mata pencaharian meskipun tidak di kantor,” ungkapnya.

Ia berpesan bahwa, ijaza hanya sebuah bukti bahwa seorang telah menyelesaikan studinya. Bukan bukti bahwa telah sukses menjalani hidup.

“Sehingga saya mengajak generasi muda untuk terus bekerja keras dan berusaha. Kalau ada orang muda yang membuat hidupnya tidak berharga, melakukan hal-hal yang tidak potensial bagi masa depannya, saya pikir itu harus dihentikan. Tidak perlu gengsi dalam memulai pekerjaan yang sederhana,” imbuhnya. (YH/AB/KN)