Menurut Anton, tidak perlu merantau ke pulau Jawa untuk kursus belajar menjadi seorang tukang mebel. Cukup mencari pengalaman dan belajar di tanah kelahiran sendiri dari orang Jawa yang merantau ke NTT.

“Banyak orang merantau dan menghabiskan banyak uang untuk mengetahui apa yang bisa kita belajar di daerah sendiri. Buktinya saya, bisa menghasilkan banyak kerajinan yang bagus, hasil belajar dari teman-teman orang Jawa di sini,” kata Anton.

Dari pengalaman belajarnya, kini Anton dapat menciptakan beragam model kerajinan dengan memanfaatkan bahan-bahan kayu yang dianggap tidak lagi bermanfaat.

“Saya manfaatkan dahan kayu dan akar kayu yang dianggap tidak berguna untuk diberdayakan dengan berbagai model, dan omzetnya mencapai puluhan juta per tahun,” ungkapnya.

Untuk proses pengerjaan, Anton menjelaskan, ia bisa mengambil contoh gambar dari google dan contoh pengerjaan merujuk pada youtube.

“Karena kebanyakan model saya ambil dari luar negeri ditambah dengan hiasan atau action kalau dalam bahasa mablenya yang saya sendiri terapkan supaya lebih menarik hasilnya,”ujarnya