Intip Keunikan Sagi, Tradisi Tinju Adat dari Kabupaten Ngada

  • Bagikan
Tradisi Tinju Adat Sagi / Foto: Clarrinebero

Dheo woe ( wasit ) 1 orang, bertugas melerai para petinju apabila dalam keadaan bahaya atau posisi berpelukan.

Dheo haro, bertugas menjaga keamanan dengan berdiri membuat pagar betis agar orang yang menonton tidak masuk arena tinju. Pada masa lalu personil ini dilengkapi dengan ranting bambu kecil untuk menghalau penonton yang masuk area tinju.

Tahap Penutup

Tinju akan berakhir menjelang sore hari jika mori raghu sagi menutup acara tinju dengan maklumat dan ditandai dengan pembelahan kelapa ( Kela nio ). Maksud dari ritual ini adalah apabila kelapa yang dibelah keduanya posisi telungkup maka tahun berikutnya hasil panen gagal. Panen akan melimpah apabila kelapa dalam posisi terbuka.

BACA JUGA:  DPRD NTT Dukung Penuh Munas HPI di Labuan Bajo

Acara tinju adat ini juga merupakan ajang silaturahmi karena semua tamu atau kerabat yang diundang akan dijamu makanan. Makna acara tinju adat selain menunjukan kejantanan seorang pria tetapi juga merupakan pesta syukur atas panen. (*/AB/KN)

  • Bagikan
error: Content is protected !!