“Walaupun subangsinya tidak signifikan, tetapi ajang ini merupakan langkah awal memulai pembangunan ekonomi kita di NTT. Karena ada 175 bisnis ikutan yang ikut tergerak dalam sektor tersebut,” katanya.

Selain itu, DPD REI NTT bersama Bank NTT telah mengeluarkan salah satu program yang sangat menguntungkan yaitu Gebyar KPR, sebagai bentuk antisipasi kekurangan kuota yang kerap menjadi kendala membangun perumahan di NTT.

“Kita selalu kekurangan kuota dan tidak cukup. Sehingga penyerapan selalu tidak maksimal. Dengan adanya Gebyar KPR ini sangat membantu masyarakat yang ingin memiliki rumah, tetapi terkendala akan kuota kita rumah subsidi yang sangat terbatas,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Gebyar KPR bukan sekedar program tanpa realisasi. Tetapi program tersebut sangat nyata dan bermanfaat bagi masyarakat NTT.

“Sudah ada dua orang nasabah yang menandatangani Surat Perjanjian Pemberian Kredit (SPPK). Itu artinya mereka segera mendapatkan rumah. Ini sangat membantu. Karena di akhir tahun kuota kita selalu habis. Sehingga kita gunakan Gebyar KPR,” urainya.