Kupang, KN – Kinerja manajemen PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) untuk semester I Tahun Buku 2021 menunjukkan angka yang sangat menggembirakan.
Ini menjadi sebuah catatan terbaik dalam sejarah, karena kondisi bangsa saat ini sedang dilanda Pandemi Covid-19, dan ekonomi tidak begitu baik.
Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, walau ditengah hantaman badai Covid yang luar biasa dampaknya bagi industri perbankan, namun kinerja Bank NTT masih bertumbuh secara positif.
“Aset juga mengalami pertumbuhan yakni 4,41 % (yoy), Rp 14,7 Triliun menjadi Rp 17,1 Triliun pada akhir Juni 2021. Peningkatan asset ini bersumber dari peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), kredit dan asset lainnya,” kata Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam konferensi Pers bersama wartawan, Rabu 7 Juli 2021.
Ia menjelaskan, Dana Pihak Ketiga bertumbuh 5,55% (yoy) Rp. 12,7 Triliun menjadi Rp 13,4 Triliun di akhir Juni 2021. Tabungan dan deposito pun tumbuh 4,29% dan 24,40% sedangkan giro 15,42% akibat menurunnya Giro pemerintah daerah untuk penanganan Covid 19.



Tinggalkan Balasan