Daerah  

Gubernur Melki Dorong Peran UNTAS dalam Pembangunan NTT

Gubernur NTT Melki Laka Lena menghadiri pelantikan Ketua dan pengurus UNTAS. (Foto: Dok. Istimewa)

Kupang, KN – Gubernur NTT, Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT menyambut baik kehadiran Uni Timor Aswa’in (UNTAS), organisasi yang memayungi seluruh warga negara indonesia asal Timor Timur (kini negara Timor Leste). Tak hanya itu, Melki pun menyampaikan selamat kepada Fernando Osorio Soares yang sudah sah menjadi ketua umum UNTAS periode 2025-2030.

Sambutan itu diberikannya ketika hadir dalam pengukuhan Fernando Soares sebagai ketua umum UNTAS yang berlangsung di Harper Hotel Kupang, Kamis (22/1) siang. Saat itu, Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan pataka organisasi UNTAS kepada Fernando.

“Selamat buat Pak Fernando yang hari ini sah memimpin UNTAS. Kami sadari banyak potensi di NTT yang tidak bisa kami kerjakan sendiri. Kami yakin bahwa dengan beekrjasama dengan saudara-saudara asal Timor Timur ini, semua sektor dapat dikerjakan bersama-sama. Pemprov NTT terus mendorong agar NTT menjadi provinsi yang cerdas, maju. Ini butuh kerjasama kita semua,” tegas Melki.

Masih menurutnya, NTT sebagai tempat semua suku bangsa menetap, tentu dia berharap agar melalui pelantikan hari ini menjadi kekuatan besar agar bersama-sama Pemprov dalam membangun NTT.

“Di Timor ini ada dua negara. Kita terus membangun kerjasama yang baik sebagaimana yang diwariskan para senior-senior, para pejuang. Mudah-mudahan kita terus menjadi sebuah keluarga besar, membangun Indonesia,” harap Melki.

BACA JUGA:  OPINI: PEREMPUAN DI JALAN PERJUANGAN HUKUM

Sebelumnya, Fernando Soares dalam sambutannya menegaskan bahwa atas nama seluruh masyarakat yang dinaungi UNTAS,  mengucapkan terimakasih kepada Pemprov NTT dan seluruh masyarakat NTT yang sejak tahun 1999 sudah menerima mereka dengan tangan terbuka dan hati yang lapang.

Masih dalam sambutannya, Fernando sekali lagi menegaskan bahwa bagi mereka ini bukan soal membuka perdebatan tentang masa lalu, melainkan sudah menyangkut identitas dan konsistensi. Dan Indonesia adalah rumah besar yang dipilih secara sadar.
Mereka mendeklarasikan sikap bahwa sampai kapanpun akan terus berdiri bersama dan merupakan bagian dari pemerintah Indonesia.

“Bagi saudara-saudaraku yang ada disini, ada ungkapan yang pas bagi kita, badai telah berlalu. Dibawah kepemimpinan Bapak Presiden, dan dengan kehadiran Bapak Menhan ini kami mau sampaikan bahwa, kita harus maju, pemerintah bekerja keras untuk kita semua,” tambah Fernando disambut tepuk tangan hampir seribu tokoh WNI asal Timor Timur yang tersebar di berbagai kabupaten di NTT. (boy/ab)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS