Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena bersama istri, melayat ke rumah duka dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha di RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Minggu, (28/6/2026).

Gubernur Melki menyampaikan ucapan belasungkawa, sekaligus komitmen pemerintah untuk hadir dan mendampingi keluarga almarhumah.

“Kami datang bukan hanya membawa ucapan belasungkawa, tetapi membawa rasa empati dan komitmen bahwa keluarga tidak boleh merasa berjalan sendiri,” kata Melki.

Gubernur mengakui, sudah mengikuti perkembangan informasi terkait dugaan intimidasi, yang dialami dr. Icha sejak awal, dan telah berkoordinasi, agar persoalan itu dapat diselesaikan dengan baik.

“dr. Icha bukan hanya seorang dokter, tetapi seorang anak bangsa yang mengabdikan dirinya untuk menyelamatkan nyawa masyarakat, termasuk dengan keahlian khususnya menangani kasus gigitan ular berbisa di wilayah NTT,” ujarnya.

Gubernur Melki meminta aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan transparan. Ia menegaskan proses hukum harus berjalan terang benderang.

“Biarkan proses berjalan, agar semua menjadi terang. Siapa pun yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga menyoroti keamanan tenaga kesehatan. Menurutnya, dokter dan nakes harus bekerja tanpa rasa takut.

“Tenaga medis dan tenaga kesehatan adalah mereka yang hadir merawat kehidupan. Mereka harus bekerja dalam rasa aman, bukan dalam ketakutan,” kata Melki.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki mengajak masyarakat mendoakan keluarga dr. Icha. “NTT berduka. Kita semua berharap kebenaran menemukan jalannya. Mari kita doakan keluarga dokter Icha diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya. (*)