Jika dahulu proses belajar mengutamakan ketangkasan otak untuk menganalisis, sekarang semuanya digantikan oleh hasil instan yang ditawarkan mesin. Bahkan saat berdiskusi mahasiswa tidak lagi menggunakan buku untuk membaca materi melainkan menggunakan handphone untuk mencari materi dan saat diberikan tugas mahasiswa tidak lagi menulis menggunakan buku dan belpoin tetapi langsung menyalin semua jawaban langsung dari AI.

Dengan adanya perubahan dari banyaknya efek dari perkembangan teknologi, mahasiswa cenderung lebih memilih menggunakan kemudahan yang ditawarkan teknologi dibandingkan menggunakan otak untuk berpikir dan mengonstruksi pikiran dalam melakukan suatu hal khususnya mengerjakan tugas. Selain itu, ketergantungan mahasiswa terhada media sering kali membuat mahasiswa sulit mengambil Keputusan sendiri karena  mereka menganggap bahwa konten yang sering ditawarkan media secara terus menerus secara tidak langsung mengartikan bahwa konten tersebut penting untuk ditonton.

Misalnya saat media memberikan konten atau berita tentang melemahnya nilai tukar rupiah dan ditampilkan secara terus menerus, orang akan menganggap berita ini penting. Contoh lain yaitu berita tentang menikahnya Jenifer Copen dan Justin Hubner. Pada dasarnya berita ini tidak terlalu penting untuk dibahas atau diperdebatkan oleh mahasiswa karena berkaitan dengan hubungan pribadi public figur, namun karena algoritma menampilkan secara terus menerus justu membuat orang-orang berasumsi bahwa berita ini cukup penting untuk ditonton. Lebih dari pada itu dengan adanya kemampuan media digital untuk menampilkan konten yang dianggap penting oleh penontonnya dalam hal ini mahasiswa, cenderung membuat mahasiswa lebih sering mengonsumsi konten yang ditawarkan algoritma dibandingkan memprioritaskan kewajiban utama mereka untuk belajar. Selain itu kemampuan algoritma dan media untuk menampilkan konten yang disukai Masyarakat khususnya mahasiswa memberikan dampak buruk terhadap prioritas belajar mereka dan membuat layar ponsel terasa jauh lebih menarik dibandingkan dunia nyata yang sering kali dianggap berjalan lebih lambat.

Kesimpulannya, perkembangan teknologi sejatinya memberikan dua dampak utama bagi mahasiswa, baik dampak positif maupun dampak negative. Dampak positifnya yaitu mahasiswa dapat mengakses berita atau mencari tahu hal yang belum dipahami dengan begitu mudah dan cepat, kepekaan terhadap isu terkini, serta kesiapan karir berbasis tren.