Dalam paparannya, Taufan juga membagikan sejumlah lesson learned selama pelaksanaan proyek, di antaranya pentingnya memastikan kepastian jadwal fabrikasi long lead item kritikal sejak awal proyek serta memperkuat klausul kontrak terhadap potensi perubahan regulasi yang dapat memengaruhi biaya, jadwal, maupun lingkup pekerjaan.
“Pembangunan kedua infrastruktur ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasokan listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat,” jelas Taufan.
Menutup paparannya, Yogi berharap PLTMG Sumbawa 2 dan SUTT 150 kV Jeranjang-Sekotong dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.
“Kami berharap PLTMG Sumbawa 2 dan SUTT 150 kV Jeranjang-Sekotong dapat terus beroperasi secara andal dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Barat,” tutup Yogi. (Humas PLN)







Tinggalkan Balasan