“Wilayah Nusa Tenggara memiliki karakteristik yang unik dan penuh tantangan. Namun melalui sinergi yang solid, koordinasi lintas fungsi, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, berbagai tantangan tersebut dapat dikelola dengan baik hingga menghasilkan capaian yang membanggakan,” ujar Manurung.
Ia menambahkan, kedua proyek tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Proyek strategis ini berperan penting dalam memperkuat keandalan Sistem Tambora, menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi, termasuk sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat,” tambahnya.
Pada sesi berikutnya, Manager UPP Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, memaparkan capaian teknis pembangunan PLTMG Sumbawa 2. Pembangkit ini memiliki kapasitas 30 MW dengan tiga unit mesin dual fuel tipe W20V31DF produksi Wartsila, Finlandia, yang mampu beroperasi menggunakan bahan bakar gas maupun minyak.







Tinggalkan Balasan