Mataram, KN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menggelar Project Talks Series #25 bertajuk “Igniting Sumbawa’s New Energy: Strengthening Lombok’s Transmission Reliability – The Success Story of Sumbawa 2 Gas Engine Power Plant (30 MW) & Jeranjang-Sekotong 150 kV Transmission Line”, Kamis, 18 Juni 2026.
Kegiatan knowledge sharing ini menghadirkan Executive Vice President Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Widya Anggoro Putro; General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung; Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian; Manager Pengendalian Proyek PT PLN (Persero) UIP Nusra, Taufan Febri Herdian; Assistant Manager Keuangan, Perizinan, Pertanahan dan Umum UPP Nusra 1, Alfian Wakhid; serta diikuti oleh insan PLN Group dari berbagai unit di seluruh Indonesia.
Project Talks Series merupakan forum berbagi pengalaman dan pembelajaran proyek strategis PLN. Pada kesempatan ini, PT PLN (Persero) UIP Nusra membagikan pengalaman keberhasilan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbawa 2 berkapasitas 30 MW dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Jeranjang-Sekotong yang kini menjadi infrastruktur penting dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Executive Vice President Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, Widya Anggoro Putro, mewakili Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelesaian kedua proyek tersebut.
“Keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari selesainya konstruksi atau tercapainya COD semata. Keberhasilan proyek sejatinya diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, kontribusinya terhadap pembangunan daerah, serta nilai tambah yang dihasilkan bagi perusahaan dan bangsa,” ujar Widya.
Menurutnya, PLTMG Sumbawa 2 dan SUTT 150 kV Jeranjang-Sekotong menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan proyek di wilayah Nusa Tenggara tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat di tengah berbagai tantangan geografis, sosial, dan logistik yang dihadapi.
“Wilayah Nusa Tenggara memiliki karakteristik yang unik dan penuh tantangan. Namun melalui sinergi yang solid, koordinasi lintas fungsi, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, berbagai tantangan tersebut dapat dikelola dengan baik hingga menghasilkan capaian yang membanggakan,” ujar Manurung.
Ia menambahkan, kedua proyek tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Proyek strategis ini berperan penting dalam memperkuat keandalan Sistem Tambora, menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi, termasuk sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat,” tambahnya.
Pada sesi berikutnya, Manager UPP Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, memaparkan capaian teknis pembangunan PLTMG Sumbawa 2. Pembangkit ini memiliki kapasitas 30 MW dengan tiga unit mesin dual fuel tipe W20V31DF produksi Wartsila, Finlandia, yang mampu beroperasi menggunakan bahan bakar gas maupun minyak.
Menurut Yogi, penggunaan teknologi dual fuel menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendukung transisi energi yang lebih bersih dan efisien. Seluruh unit mesin PLTMG Sumbawa 2 juga telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) serta berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pengujian, termasuk performance test, pada April 2026.
Sementara itu, SUTT 150 kV Jeranjang-Sekotong memiliki panjang jalur 31,22 kilometer route dengan total 76 tower transmisi. Infrastruktur ini berhasil energize pada 23 Oktober 2025 dan memperoleh Sertifikat Laik Operasi pada November 2025.
Yogi menambahkan, kehadiran PLTMG Sumbawa 2 memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keandalan Sistem Tambora. Sebelum pembangkit beroperasi, daya mampu sistem tercatat sebesar 168 MW dengan beban puncak sekitar 157 MW. Setelah beroperasi, daya mampu meningkat menjadi 191,91 MW dengan reserve margin sekitar 21 persen.
Manager Pengendalian Proyek PT PLN (Persero) UIP Nusra, Taufan Febri Herdian, menjelaskan bahwa PLTMG Sumbawa 2 dibangun untuk mengantisipasi risiko defisit daya pada Sistem Tambora. Sementara itu, SUTT 150 kV Jeranjang-Sekotong berfungsi meningkatkan keandalan jaringan transmisi di Pulau Lombok sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi, investasi, dan pariwisata di wilayah Sekotong.
Dalam paparannya, Taufan juga membagikan sejumlah lesson learned selama pelaksanaan proyek, di antaranya pentingnya memastikan kepastian jadwal fabrikasi long lead item kritikal sejak awal proyek serta memperkuat klausul kontrak terhadap potensi perubahan regulasi yang dapat memengaruhi biaya, jadwal, maupun lingkup pekerjaan.
“Pembangunan kedua infrastruktur ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasokan listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat,” jelas Taufan.
Menutup paparannya, Yogi berharap PLTMG Sumbawa 2 dan SUTT 150 kV Jeranjang-Sekotong dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.
“Kami berharap PLTMG Sumbawa 2 dan SUTT 150 kV Jeranjang-Sekotong dapat terus beroperasi secara andal dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Barat,” tutup Yogi. (Humas PLN)







Tinggalkan Balasan