General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan proyek di wilayah Nusa Tenggara tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat di tengah berbagai tantangan geografis, sosial, dan logistik yang dihadapi.
“Wilayah Nusa Tenggara memiliki karakteristik yang unik dan penuh tantangan. Namun melalui sinergi yang solid, koordinasi lintas fungsi, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, berbagai tantangan tersebut dapat dikelola dengan baik hingga menghasilkan capaian yang membanggakan,” ujar Manurung.
Ia menambahkan, kedua proyek tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Proyek strategis ini berperan penting dalam memperkuat keandalan Sistem Tambora, menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi, termasuk sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat,” tambahnya.
Pada sesi berikutnya, Manager UPP Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, memaparkan capaian teknis pembangunan PLTMG Sumbawa 2. Pembangkit ini memiliki kapasitas 30 MW dengan tiga unit mesin dual fuel tipe W20V31DF produksi Wartsila, Finlandia, yang mampu beroperasi menggunakan bahan bakar gas maupun minyak.
Menurut Yogi, penggunaan teknologi dual fuel menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendukung transisi energi yang lebih bersih dan efisien. Seluruh unit mesin PLTMG Sumbawa 2 juga telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) serta berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pengujian, termasuk performance test, pada April 2026.
Sementara itu, SUTT 150 kV Jeranjang-Sekotong memiliki panjang jalur 31,22 kilometer route dengan total 76 tower transmisi. Infrastruktur ini berhasil energize pada 23 Oktober 2025 dan memperoleh Sertifikat Laik Operasi pada November 2025.
Yogi menambahkan, kehadiran PLTMG Sumbawa 2 memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keandalan Sistem Tambora. Sebelum pembangkit beroperasi, daya mampu sistem tercatat sebesar 168 MW dengan beban puncak sekitar 157 MW. Setelah beroperasi, daya mampu meningkat menjadi 191,91 MW dengan reserve margin sekitar 21 persen.




Tinggalkan Balasan