Mataram, KN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memastikan kesiapan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, terus dikawal menjelang tahapan Commercial Operation Date (COD). Pengawalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat Sistem Kelistrikan Lombok, terlebih menjelang penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 pada Oktober mendatang.
General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, meninjau langsung PLTU Lombok FTP-2 untuk memastikan rangkaian commissioning berjalan sesuai tahapan. Dalam kunjungan tersebut, RDW meminta pemaparan dari Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 bersama kontraktor PT Rekayasa Industri (Rekind) mengenai perkembangan commissioning, kesiapan sistem pembangkit, serta tahapan pengujian yang harus diselesaikan menuju COD.
Manager UPP Nusra 1, Lutfi Mustakim, menjelaskan bahwa PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 berkapasitas 50 MW sebelumnya telah berhasil melaksanakan first synchronization pada 17 Juli 2026. Setelah pencapaian tersebut, proyek memasuki rangkaian commissioning lanjutan menuju COD.
“Setelah first synchronization, kami bersama Rekind dan vendor terus mengawal setiap rangkaian commissioning. Saat ini fokus kami adalah memastikan seluruh pengujian berjalan sesuai prosedur dan memenuhi parameter teknis yang dipersyaratkan sebelum unit dapat melangkah ke tahapan berikutnya,” jelas Lutfi.
Salah satu tahapan yang tengah diakselerasi adalah penyelesaian commissioning Coal Mill Hot Test. Percepatan dilakukan melalui sinergi PLN, kontraktor, dan vendor dengan mengintensifkan monitoring progres, pengujian, serta penyelesaian pekerjaan di lapangan untuk memastikan kesiapan sistem coal mill secara menyeluruh.
Menurut Lutfi, penyelesaian tahapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian commissioning menuju COD. Setelahnya, sejumlah pengujian lanjutan terus dikawal untuk memastikan unit memenuhi parameter teknis, keselamatan, dan keandalan sebelum memasuki operasi komersial.
General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, menegaskan bahwa fase commissioning harus dikawal secara disiplin dengan tetap mengutamakan kualitas, keselamatan, dan keandalan pembangkit.









Tinggalkan Balasan