“Seluruh tahapan harus kita kawal dengan disiplin. Kami ingin memastikan setiap pengujian dilakukan sesuai standar, karena yang kita kejar bukan hanya penyelesaian proyek, tetapi pembangkit yang aman dan andal ketika masuk ke sistem. Momentum ini juga bertepatan dengan persiapan MotoGP Mandalika 2026, sehingga penguatan infrastruktur pembangkitan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan Sistem Lombok,” ujar RDW.

RDW menambahkan, percepatan kesiapan PLTU Lombok FTP-2 merupakan bagian dari langkah strategis PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan Lombok. Kehadiran pembangkit tersebut nantinya tidak hanya ditujukan untuk menjawab kebutuhan kelistrikan pada momentum tertentu, tetapi juga menopang pertumbuhan kebutuhan listrik dan pembangunan NTB dalam jangka panjang.

“Event internasional seperti MotoGP membutuhkan dukungan sistem kelistrikan yang andal. Namun lebih dari itu, infrastruktur yang kita bangun hari ini harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi NTB. Karena itu, kualitas dan keandalan tetap menjadi prioritas sampai proyek ini benar-benar siap beroperasi,” tutup RDW. (Humas PLN)