Pelaksanaan program, dilakukan melalui pendekatan pembangunan berbasis desa dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, penguatan ekonomi desa, peningkatan kualitas pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, penurunan stunting, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan tata kelola pemerintahan desa.

“Dalam pelaksanaannya, setiap perangkat daerah menjalankan intervensi sesuai tugas dan fungsi masing-masing, pada desa lokus prioritas pembangunan,” ungkapnya.

Benhard berharap, program tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam program tersebut, di antaranya:
• Sosialisasi pengelolaan keuangan desa oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten TTS;
• Sosialisasi pengelolaan keuangan daerah oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten TTS;
• Sosialisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan oleh BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kupang;
• Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan Wilayah Belu;
• Pelatihan kerajinan tenun oleh pengelola Rumah Tenun Ina Ndao;
• Pelayanan administrasi kepesertaan JKN;
• Pemeriksaan kesehatan gratis;
• Dukungan pembangunan rumah;
• Penyerahan bantuan pakaian seragam sekolah dan buku tulis bagi siswa SD Inpres Oenai dan SD GMIT Oenai;
• Pameran dan malam kesenian.