Heru juga memproyeksikan tenor obligasi dengan jangka waktu menengah akan menjadi pilihan favorit pasar. Berdasarkan tren investasi saat ini, tenor tiga hingga lima tahun dinilai paling ideal baik bagi investor institusi maupun masyarakat.

“Sebagai gambaran untuk strategi ke depan, saat ini tenor obligasi yang paling favorit dan menjadi incaran di masyarakat maupun institusi adalah tiga dan lima tahun,” ungkapnya.

Melalui penerbitan obligasi daerah, Bank NTT berharap pembiayaan proyek-proyek infrastruktur strategis di daerah dapat berjalan lebih optimal tanpa terganggu keterbatasan likuiditas anggaran daerah. Kolaborasi antara pemerintah daerah sebagai penerbit obligasi dan sektor perbankan sebagai investor diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/ab)