Sedikit hitungan yang saya berikan sesuai data Badan Pusat Statistik NTT PDRB NTT 2024 ada diangka Rp137 Triliun dan ICOR ditahun yang sama 12,4% (sangat tidak efisien) ini berarti untuk mendongkrak pertumbuhan sampai 5% sesuai target, Pemerintah Provinsi NTT harus menbutuhkan nilai innvestasi kurang lebih Rp. 84,9 T guna mencapai pertumbuhan itu (include single project NTT Mart).
Data ini menunjukan bahwa tujuan mulia Pemerintah Provinsi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di NTT dari konsep hilirisasi kecil yang sudah dijalankan ini apakah akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di NTT? Masih banyak PR dan duduk bersama untuk mendiskusikan kondisi ekonomi NTT ini dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul.
Semua stakeholder diharapkan mencari jalan keluar dan eksekusi yang cepat serta terarah, bila perlu butuh quantum leap dalam perekenomian NTT sehingga kesejahteraan masyarakat yang mrnjadi tujuan pemerintah benar-benar nyata.
Strategi untuk meningkatkan nilai investasi yang dapat berdampak secara jelas dan terarah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi membutuhkan keterlibatan semua pihak dan bukan pemerintah saja. Kompleksitas masalah guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi di NTT yaitu: Produktifitas rendah, nilai tambah rendah, konektivitas mahal (untuk distribusi), SDM belum kuat dan belum ada terobosan digitalisasi dalam ekonomi NTT secara tepat.



Tinggalkan Balasan