Sangat disayangkan hal ini belum ada gebrakan nyata dalam keterbatasan fiscal daaerah, untuk dapat dioptimalkan. Daerah kita kalah 2 kali dalam menangani proses produksi dan distribusi, karena manakala semua barang mentah dikirim nantinya masuk kembali ke Provinsi NTT dengan biaya logistic yang mahal, dan distribusi yang panjang, sehingga berdampak pada harga jual yang terkerek naik. Hal ini otomatis berdampak kepada masyarakat NTT sebagai konsumen dari barang jadi tersebut dengan daya beli masyarakat yang rendah atau purchase power, dan di tengah ruang fiscal pemerintah provinsi yang terbatas saat ini guna melakukan intervensi terhadap kondisi-kondisi yang membutuhkan campur tangan pemerintah.

Kondisi ini seharusnya jangan terus dibiarkan, sehingga masyarakat menilai seolah olah pemerintah hanya menjadi penonton terhadap beban masyarakat yang dihadapi saat ini. Padahal pemerintah juga sedang berusaha dengan konsep pembangunan yang telah ada untuk dapat mensejahterakan rakyatnya.

Pertumbuhan ekonomi yang hanya di dorong dan diharapkan dari fiskal daerah (kenyataannya fiscal daerah sangat terbatas) itu hanya dalam jangka pendek, dan cenderung hanya catatan ekonomi saja, pada akhirnya yang terpenting adalah bagaimana adanya capital accumulation dengan membangun industry pengolahan, hilirisasi dan memperbesar sector swasta untuk dapat berkiprah maksimal dalam mengkapitalisasi potensi didaerah menjadi transaksi ekonomi dan terciptanya mekanisme pasar yang equilibrium.

Hlirisasi bukannya kita melihat secara parsial sebagai suatu proses ekonomi yang terjadi namun secara komprehensif mulai dari hulu sampai hilir. Capaian menciptakan pasar dari suatu terobosan yang namanya NTT Mart, merupakan langkah yang sangat baik namun apakah ini akan berkepanjangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di NTT secara berkelanjutan? Dan berapa besar memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi? Bagaimana kondisi di hulu contohnya ketersediaan lahan untuk menghasilkan bahan baku? Siapa yang mengelola? Hasil dari bahan baku berkualitas atau tidak? Siapa yang memproduksi? Dengan apa memproduksi? Berapa hasil atau kapasitas produksi? Bagaimana distribusi  dan denga apa distribusinya? Pasar yang disediakan oleh pemerintah berapa omzet yang dijual/terjual? Apakah mekanisme pasar tercipta atau tidak? Pertanyaan-pertanyaan ini yang harus disiasati dan dijawab pemerintah dengan strategi dan program kerja dibidang ekonomi yang mumpuni sehingga mekanisme pasar dapat tercipta baik dari sisi supply dan demand.