Kondisi ini seharusnya jangan terus dibiarkan, sehingga masyarakat menilai seolah olah pemerintah hanya menjadi penonton terhadap beban masyarakat yang dihadapi saat ini. Padahal pemerintah juga sedang berusaha dengan konsep pembangunan yang telah ada untuk dapat mensejahterakan rakyatnya.
Pertumbuhan ekonomi yang hanya di dorong dan diharapkan dari fiskal daerah (kenyataannya fiscal daerah sangat terbatas) itu hanya dalam jangka pendek, dan cenderung hanya catatan ekonomi saja, pada akhirnya yang terpenting adalah bagaimana adanya capital accumulation dengan membangun industry pengolahan, hilirisasi dan memperbesar sector swasta untuk dapat berkiprah maksimal dalam mengkapitalisasi potensi didaerah menjadi transaksi ekonomi dan terciptanya mekanisme pasar yang equilibrium.
Hlirisasi bukannya kita melihat secara parsial sebagai suatu proses ekonomi yang terjadi namun secara komprehensif mulai dari hulu sampai hilir. Capaian menciptakan pasar dari suatu terobosan yang namanya NTT Mart, merupakan langkah yang sangat baik namun apakah ini akan berkepanjangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di NTT secara berkelanjutan? Dan berapa besar memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi? Bagaimana kondisi di hulu contohnya ketersediaan lahan untuk menghasilkan bahan baku? Siapa yang mengelola? Hasil dari bahan baku berkualitas atau tidak? Siapa yang memproduksi? Dengan apa memproduksi? Berapa hasil atau kapasitas produksi? Bagaimana distribusi dan denga apa distribusinya? Pasar yang disediakan oleh pemerintah berapa omzet yang dijual/terjual? Apakah mekanisme pasar tercipta atau tidak? Pertanyaan-pertanyaan ini yang harus disiasati dan dijawab pemerintah dengan strategi dan program kerja dibidang ekonomi yang mumpuni sehingga mekanisme pasar dapat tercipta baik dari sisi supply dan demand.



Tinggalkan Balasan