Hukrim  

Pergub Jam Belajar Gubernur NTT Tuai Apresiasi dari BEM PTNU Bali Nusra

Indra Ramadhan. (Foto: Dok. Istimewa)

Kupang, KN – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Wilayah Bali Nusra menyampaikan apresiasi, atas terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Gerakan Jam Belajar yang digagas Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena.

Ketua BEM PTNU Bali Nusra, Indra Ramadhan, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah progresif dalam mengembalikan fokus belajar siswa sekaligus melindungi anak dari dampak negatif penggunaan gawai secara berlebihan.

“Kami memandang kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda. Pembatasan penggunaan HP pada jam belajar akan membantu meningkatkan disiplin, konsentrasi, dan prestasi siswa,” ujar Indra, Minggu (3/5/2026).

Dalam Pergub Gerakan Jam Belajar tersebut, terdapat sejumlah poin utama yang diatur. Pertama, penetapan jam belajar wajib bagi siswa pada pukul 18.00 hingga 20.00 WITA setiap hari sekolah.

Kedua, pembatasan penggunaan gawai, di mana anak dilarang menggunakan telepon seluler untuk aktivitas non-edukasi selama jam belajar, kecuali di bawah pengawasan orang tua.

BACA JUGA:  Jadi Kajati NTT, Yulianto Berhasil Kembalikan Aset Negara Senilai Rp2 Triliun

Ketiga, penguatan peran bersama antara sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, dan aparat desa dalam melakukan pengawasan.

BEM PTNU Bali Nusra juga mendorong seluruh pemerintah kabupaten/kota di NTT untuk segera melakukan sosialisasi kebijakan tersebut hingga ke tingkat RT/RW serta lingkungan pesantren.

Selain itu, pihaknya menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam memberikan edukasi literasi digital kepada pelajar.

“Kami berharap Gerakan Jam Belajar ini tidak hanya menjadi aturan semata, tetapi dapat tumbuh menjadi budaya baru di masyarakat. Pendidikan karakter dan kontrol penggunaan gawai harus berjalan beriringan,” tambah Indra.

Lebih lanjut, BEM PTNU Bali Nusra mengajak para orang tua untuk aktif mendampingi anak selama jam belajar serta memanfaatkan waktu tersebut. “Ini jadi momentum membangun interaksi keluarga yang berkualitas,” pungkasnya. (*)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS