Gubernur NTT Dorong HIPMI Hadirkan Program yang Menyentuh Masyarakat

Penyerahan Cindera Mata dari Ketua BPD HIPMI NTT, Restu Dupe kepada Karo Ekonomi Provinsi NTT, Selvy Nange. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), untuk menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia usaha.

Hal ini disampiakan Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi NTT, Selvy Nange, mewakili Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam kegiatan pembukaan Rakerda, Diklatda dan Forbisnis, di Hotel Harper Kupang, Jumat (1/5/2026).

Dalam sambutannya, Selvy Nange menyampaikan bahwa, HIPMI memiliki peran penting sebagai wadah lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang tangguh dan kreatif.

“HIPMI harus mampu memperkuat konsolidasi, tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi dunia usaha dan masyarakat,” ujar Selvy.

Ia menambahkan, pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan antar kader pengusaha muda serta membangun semangat kolaborasi dalam menghadapi tantangan dunia usaha saat ini.

BACA JUGA:  Bank NTT Siap Jadi Perseroda, Gubernur Melki Optimis Deviden Tembus Rp200 Miliar

Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Selvy, terus berkomitmen menciptakan iklim investasi dan dunia usaha yang kondusif, dengan mengoptimalkan berbagai potensi daerah, guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPD HIPMI NTT atas terselenggaranya kegiatan penting ini. Kiranya kegiatan ini dapat menghasilkan karya nyata bagi perekonomian daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang V BPP HIPMI, Anthony Leong, yang hadir dan membuka kegiatan tersebut menegaskan, HIPMI harus menjadi alat perjuangan bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

“HIPMI harus menjadi mesin ekonomi di daerah. Kita harus bersama-sama mendorong pengusaha muda untuk berkembang menjadi besar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar HIPMI tidak hanya dikenal sebagai organisasi besar secara nama, tetapi juga kuat secara internal.

“Jangan sampai HIPMI besar di luar, tetapi rapuh di dalam. Kita harus memastikan HIPMI benar-benar bermanfaat bagi seluruh pengurus di daerah,” tandasnya. (*)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS