Dalam jangka panjang, Pemprov NTT juga mendorong transformasi tenaga kerja menjadi pelaku usaha. Pemerintah tengah menyiapkan dukungan pembiayaan melalui KUR perbankan dan koperasi yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
“Kalau ada pekerja yang mau naik kelas jadi pengusaha, pemerintah akan fasilitasi,” kata Melki. Ia menilai kebutuhan pengusaha di NTT masih sangat besar di berbagai sektor.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan ke depan dapat diukur dari lahirnya pengusaha baru dari kalangan pekerja. “Pengusaha yang lahir dari rahim pekerja akan lebih paham bagaimana membangun hubungan kerja yang adil,” ujarnya.
Gubernur menegaskan pentingnya mempertemukan kepentingan pekerja dan pengusaha untuk membenahi berbagai persoalan ketenagakerjaan di NTT, mulai dari pengangguran, kualitas tenaga kerja, hingga hubungan industrial.
Ia mengungkapkan, masih terdapat kesenjangan antara jumlah penduduk usia kerja dan tenaga kerja yang terserap di dunia usaha. Karena itu, diperlukan upaya serius dalam menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat konektivitas antara tenaga kerja dan dunia usaha.







Tinggalkan Balasan