“Program ini tidak hanya menghadirkan solusi energi yang lebih berkelanjutan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi siswa SMK untuk terlibat langsung dalam inovasi teknologi. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi model kolaborasi dalam membangun ekosistem kendaraan listrik berbasis potensi lokal, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” ujar Rizki.
Menurutnya, dukungan PLN melalui program TJSL merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk melalui penguatan kapasitas pendidikan vokasi.
“Dengan keterampilan konversi kendaraan listrik yang dimiliki para siswa, kami optimistis akan lahir talenta-talenta baru yang siap berkontribusi dalam mendukung masa depan energi bersih Indonesia,” tambahnya. (Humas PLN)







Tinggalkan Balasan