“Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 1,03 juta orang, menurun 57,09 ribu orang terhadap Maret 2025 dan menurun 76,24 ribu orang terhadap September 2024,” jelasnya.
Melki juga memaparkan, pada November 2025 Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0,21 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2025 dan turun 0,7 persen poin dibanding pada Februari 2024.
Selain itu, Pertumbuhan Ekonomi NTT triwulan IV-2025 tumbuh sebesar 5,34 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 (y-on-y).
“Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada lapangan usaha industri pengolahan yaitu sebesar 20,35 persen. Selain itu, komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 26,92 persen,” ungkapnya.
Wakwtum DPP Partao Golkar itu menyebut, pemerintah Provinsi NTT menyadari bahwa pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan sepanjang Tahun 2025 diwarnai dengan berbagai tantangan dan dinamika pembangunan.
“Dengan adanya kebijakan penyesuaian fiskal nasional dan pengendalian defisit APBN, sebagian besar daerah mengalami penurunan ruang fiskal daerah. Kendati demikian, kondisi ini harus jadi momentum memperbaiki tata kelola keuangan dan mendorong penguatan kemandirian fiskal,” jelasnya.
Ia menegaskan, berbagai terobosan juga sudah dilakukan seperti digitalisasi pembayaran dan retribusi daerah serta pemberlakuan promo keringanan pajak kendaraan.



Tinggalkan Balasan