“Pendidikan harus seimbang antara ilmu dan karakter. Ilmu tanpa karakter bisa melahirkan kesombongan, sementara karakter tanpa ilmu bisa menyesatkan. Keduanya harus berjalan bersama,” katanya.

Kegiatan pentas seni tersebut dihadiri juga oleh perwakilan Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang Romo Kondradus Takeneng, Kepala SDK Don Bosco 3 Kupang Sr. Martha Maria Fatimah Nabu, para suster, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua siswa. (ocp/ab)