“Sejarah mencatat Wali Kota Kupang dan Gubernur NTT sama-sama pernah bersekolah di Don Bosco. Ini menunjukkan sekolah ini telah melahirkan banyak pemimpin,” katanya.
Ia berharap para siswa yang tampil dalam pentas seni tersebut kelak dapat meraih prestasi lebih tinggi dan menjadi pemimpin di berbagai bidang.
“Anak-anak di Don Bosco ini punya potensi besar. Besok bisa saja ada yang menjadi pemimpin nasional, menteri, atau tokoh di berbagai bidang,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Kupang Christian Widodo menilai kegiatan pentas seni sekolah turut membantu pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter.
Menurutnya, kegiatan seni memberikan ruang bagi siswa untuk belajar keberanian, kreativitas, dan kerja keras.
“Pentas seni adalah tempat anak-anak berkreasi, berani tampil, dan menunjukkan bakat mereka. Dari situ karakter mereka terbentuk,” kata Christian.
Ia menambahkan pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemajuan fisik seperti gedung dan jalan, tetapi juga dari kualitas karakter masyarakatnya.
“Membangun kota bukan hanya menghadirkan gedung tinggi dan jalan yang bagus, tetapi juga bagaimana membangun karakter manusianya agar saling menghargai dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik,” ujarnya.
Christian juga mengapresiasi kontribusi sekolah dan para pendidik dalam membangun karakter generasi muda di Kota Kupang.
“Pendidikan harus seimbang antara ilmu dan karakter. Ilmu tanpa karakter bisa melahirkan kesombongan, sementara karakter tanpa ilmu bisa menyesatkan. Keduanya harus berjalan bersama,” katanya.
Kegiatan pentas seni tersebut dihadiri juga oleh perwakilan Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang Romo Kondradus Takeneng, Kepala SDK Don Bosco 3 Kupang Sr. Martha Maria Fatimah Nabu, para suster, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua siswa. (ocp/ab)



Tinggalkan Balasan