“Kita perlu melihat kembali regulasinya. Jangan sampai semua anak naik kelas tanpa memastikan kemampuan dasar mereka. Kalau tidak, kualitas pendidikan kita akan terus turun,” kata Melki.
Selain itu, Melki juga menyoroti perubahan pola hubungan antara orang tua dan guru yang dinilai ikut mempengaruhi disiplin pendidikan. Menurutnya, pada masa lalu guru mendapat kepercayaan penuh dari orang tua dalam mendidik anak.
“Dulu kalau guru menegur atau menindak anak yang tidak disiplin, orang tua justru mendukung. Sekarang sering kali justru guru yang dipersoalkan. Ini juga harus kita koreksi bersama,” ujarnya.
Dalam konteks perbaikan pendidikan, Melki meminta Pemerintah Kota Kupang menjadikan pembenahan pendidikan dasar sebagai prioritas sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain di NTT.
“Karena ini wilayah Kota Kupang, saya berharap kota ini bisa menjadi model dalam membenahi pendidikan dasar, supaya kualitas pendidikan NTT juga ikut naik,” katanya.
Ia juga mendorong keterlibatan orang tua dan alumni sekolah dalam mendukung pengembangan pendidikan. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak penting untuk memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.





Tinggalkan Balasan