Kupang, KN – Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Semuel Haning, SH., MH., menegaskan bahwa PERTINA merupakan satu-satunya induk organisasi cabang olahraga tinju yang diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Di tengah polemik pelantikan Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI), ia mengajak seluruh pihak mengedepankan sinergi demi kemajuan olahraga tinju dan persiapan menuju PON 2028.

Pernyataan tersebut disampaikan Semuel Haning dalam konferensi pers di Kota Kupang, Senin (27/7/2026), sebagai respons atas pelantikan PERBATI yang menurutnya tidak memiliki dasar pengakuan dari KONI.

Dr. Semuel Haning menjelaskan, setiap orang memiliki hak untuk membentuk atau melantik organisasi. Namun dalam sistem olahraga nasional, pengakuan terhadap induk cabang olahraga tetap berada di bawah kewenangan KONI.

Ia mengungkapkan, PERTINA telah menerima surat resmi dari KONI Pusat Nomor 432/BPP/VII/2026 tertanggal 4 Juni 2026 tentang Rencana Nomor Pertandingan/Perlombaan PON XXII/2028 yang ditujukan kepada 67 cabang olahraga yang terdaftar, termasuk PERTINA.

“Surat ini mempertegas bahwa hanya PERTINA yang berhak melaksanakan dan mengikuti Kejuaraan Tinju Amatir Indonesia pada PON 2028 nanti, tidak ada yang lain,” tegas Dr. Semuel Haning.

Selain itu, Semuel mengungkapkan bahwa KONI Pusat juga telah menerbitkan Surat Nomor 1080 yang menyarankan agar PERBATI bergabung dengan PERTINA.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan solusi terbaik untuk menghindari dualisme organisasi sekaligus memperkuat pembinaan atlet tinju nasional.

“Saran dari KONI Pusat saya pikir sangat bagus agar tidak terjadi dualisme cabang olahraga tinju di Indonesia. Sebab sesuai surat KONI Pusat Nomor 432 membuktikan hanya PERTINA saja yang dapat mengikuti pertandingan tinju pada PON 2028,” katanya.

Karena itu, Dr. Semuel Haning mengajak seluruh insan tinju, baik pengurus maupun atlet, untuk mengesampingkan perbedaan dan bersama-sama membangun prestasi.

Menurutnya, energi seluruh pihak seharusnya difokuskan pada pembinaan atlet, bukan pada polemik organisasi. Ia juga menginstruksikan seluruh Pengurus Kabupaten/Kota (Pengkab/Pengkot) PERTINA di NTT agar segera mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan di Sulawesi Utara pada Oktober mendatang. Ajang tersebut menjadi bagian penting dari persiapan menuju PON 2028, di mana NTT akan bertindak sebagai tuan rumah.