Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak seluruh masyarakat mendukung implementasi Peraturan Gubernur tentang Jam Belajar Masyarakat, sebagai upaya mencetak generasi muda NTT yang unggul dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat membuka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi NTT di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Melki, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan sejak dini. Karena itu, budaya belajar harus dibangun tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh anak-anak, para orang tua, guru, dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Jam Belajar Masyarakat. Mari kita jadikan waktu tersebut sebagai momentum bagi anak-anak untuk belajar dengan sungguh-sungguh, sehingga kita dapat menyiapkan generasi muda NTT yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ajak Melki.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTT telah memberlakukan Jam Belajar Masyarakat setiap pukul 18.00 hingga 19.30 WITA sebagai langkah strategis membangun budaya belajar di rumah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pada kesempatan itu, Melki juga mengingatkan bahwa anak-anak merupakan aset paling berharga bagi masa depan NTT dan Indonesia. Karena itu, seluruh pihak harus memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang baik, perlindungan yang memadai, serta ruang untuk berkembang secara optimal.
“Seluruh anak-anak adalah masa depan daerah kita, NTT, sekaligus masa depan Indonesia. Nasib daerah dan bangsa kita sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak yang kita bina hari ini,” ujarnya.
Kepada para pelajar, Melki berpesan agar membiasakan diri rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tekun berdoa sebagai bekal meraih kesuksesan.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dan diikuti ratusan anak mulai dari jenjang PAUD hingga SMA. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Melki juga menyerahkan secara simbolis Kartu Identitas Anak (KIA), Pita LILA untuk skrining status gizi, bantuan buku, serta permainan edukatif sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak di NTT. (crl/ab)



Tinggalkan Balasan