“Kami dari bidang organisasi berharap musyawarah provinsi berjalan dengan menjunjung tinggi nilai demokrasi. Jika ada kandidat lain, kiranya bisa diterima dan diproses sesuai aturan,” katanya.
Ia juga menyinggung tanggung jawab besar yang diemban NTT dalam agenda olahraga ke depan, terutama ketika daerah dipercaya sebagai tuan rumah PON 2028.
Menurutnya, menjadi tuan rumah harus dibarengi dengan kemampuan mempersembahkan prestasi terbaik.
Restu menegaskan bahwa KONI NTT membuka ruang koordinasi dan konsultasi apabila dalam pelaksanaan musyawarah maupun persiapan teknis terdapat kendala di lapangan.
“Kami siap membuka diri untuk berkoordinasi dan berkonsultasi demi kelancaran organisasi dan peningkatan prestasi,” pungkasnya.
Dengan dukungan Dispora dan KONI, Taekwondo Indonesia Provinsi NTT diharapkan mampu memperkuat soliditas internal, dan merealisasikan target 10 besar di PON 2028 secara maksimal, melalui kerja sama dan komitmen bersama. (*)



Tinggalkan Balasan