Kupang, KN – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT, menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan soliditas organisasi Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi NTT, dalam menghadapi agenda musyawarah provinsi serta target prestasi ke depan.

Kepala Bidang Prestasi Dispora NTT, Dr. Frans Sales, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kepemimpinan Ketua Pengprov bersama jajaran pengurus, untuk mempersiapkan berbagai agenda teknis melalui pleno secara baik dan penuh semangat persaudaraan.

Hal ini disampaikan saat menghadiri pembukaan rapat pleno Musprov TI NTT, di Kantor KONI NTT, Senin (2/3/2026).

“Atas nama Kepala Dinas, kami mendukung sepenuhnya. Soliditas harus dibangun dengan baik. Perbedaan pendapat adalah hal biasa, tetapi harus diformat secara bijak untuk menyatukan visi bersama. Tagline pemerintah ‘bersatu, kompak, solid’ bukan sekadar retorika, tetapi harus diimplementasikan,” tegas Frans.

Ia menekankan bahwa, target 10 besar yang dicanangkan harus benar-benar diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar narasi. Menurutnya, soliditas internal yang dibangun sejak awal akan menjadi fondasi utama dalam mencapai prestasi.

Frans juga mengingatkan bahwa, jabatan Ketua bukan sekadar posisi administratif, tetapi membutuhkan dedikasi, loyalitas, dan kepedulian tinggi. Ia menyebut kepengurusan olahraga sebagai kerja sosial yang mungkin tidak memberikan keuntungan materi, namun menjadi investasi besar dalam membentuk generasi muda berprestasi, khususnya melalui cabang olahraga taekwondo.

“Saya yakin target itu bisa tercapai jika ada kolaborasi internal dan eksternal yang kuat. Apalagi jika didukung jejaring yang baik dari pengurus. Itu akan menjadi kekuatan besar bagi Taekwondo NTT,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT, Restu Herdani Baptista Dupe, turut menyampaikan dukungan serta pesan agar pelaksanaan musyawarah provinsi berjalan demokratis dan menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi.

Restu memastikan bahwa Taekwondo Indonesia di NTT tidak mengalami dualisme kepengurusan. Ia berharap apabila terdapat kandidat lain dalam musyawarah provinsi, panitia dapat menerima dan memfasilitasi secara terbuka sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami dari bidang organisasi berharap musyawarah provinsi berjalan dengan menjunjung tinggi nilai demokrasi. Jika ada kandidat lain, kiranya bisa diterima dan diproses sesuai aturan,” katanya.

Ia juga menyinggung tanggung jawab besar yang diemban NTT dalam agenda olahraga ke depan, terutama ketika daerah dipercaya sebagai tuan rumah PON 2028.

Menurutnya, menjadi tuan rumah harus dibarengi dengan kemampuan mempersembahkan prestasi terbaik.
Restu menegaskan bahwa KONI NTT membuka ruang koordinasi dan konsultasi apabila dalam pelaksanaan musyawarah maupun persiapan teknis terdapat kendala di lapangan.

“Kami siap membuka diri untuk berkoordinasi dan berkonsultasi demi kelancaran organisasi dan peningkatan prestasi,” pungkasnya.

Dengan dukungan Dispora dan KONI, Taekwondo Indonesia Provinsi NTT diharapkan mampu memperkuat soliditas internal, dan merealisasikan target 10 besar di PON 2028 secara maksimal, melalui kerja sama dan komitmen bersama. (*)