Bupati menegaskan, seluruh dana pinjaman tersebut akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, jembatan, irigasi, dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

“Tidak ada penggunaan untuk hal lain. Ini murni untuk menutup kekurangan ruang fiskal yang sebelumnya ditopang transfer pusat, dan sekarang tidak lagi,” tegasnya.

Beberapa proyek prioritas yang akan dibiayai antara lain pembangunan jalan di sejumlah wilayah, pembangunan jembatan di Oele senilai sekitar Rp1,5 miliar, serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi guna mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap, melalui langkah pinjaman daerah ini, pembangunan infrastruktur dasar tetap berjalan dan pelayanan publik tidak terganggu meski berada dalam tekanan fiskal yang berat. (*/ab)