“Terima kasih kepada Voxpol Center Research and Consulting sebagai lembaga dengan kredibilitas baik  yang melakukan survei ini. Kami harapkan survei ini menjadi cerminan agar dapat menjadi rekomendasi untuk pembenahan pembangunan serta dapat menjadi masukan serta pembelajaran bagi kami untuk pembangunan ke depan,” ungkap Gubernur.

“Kami juga mengapresiasi dukungan masyarakat selama 1 tahun kepemimpinan saya bersama Wakil Gubernur di NTT, serta semua kritik dan saran yang diberikan. Hasil survei ini menjadi instrumen evaluasi yang objektif dalam mengukur efektivitas program prioritas selama satu tahun kepemimpinan. Kami tentunya membuka diri terhadap kritik dan masukan,” ungkap Gubernur.

“Capaian tingkat kepuasan 80,5 persen ini bukanlah angka untuk berpuas diri, tetapi menjadi energi dan tanggung jawab moral bagi kami untuk bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran. Pemerintah Provinsi NTT akan terus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Semuanya harus terukur dan berdampak bagi kesejahteraan,” tegas Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga menjelaskan upaya pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting. ”Angka kemiskinan NTT saat bulan Februari 2026 ini sudah turun menjadi 17,5% dibandingkan bulan Maret tahun 2025 lalu dengan 18,6%. Menurut saya penurunan ini menandakan penanganan kemiskinan sudah berada pada jalurnya,” ugkap Gubernur.

”Selain itu, untuk menangani kemiskinan, kita akan jalankan program bedah rumah bagi masyarakat miskin untuk tahun 2026 ini. Kemudian untuk penanganan stunting sudah dimulai dengan pola orang tua asuh untuk mendorong percepatan penurunan stunting,” kata beliau

Gubernur juga menjelaskan terkait dengan upaya pemberdayaan ekonomi UMKM masyarakat NTT dengan pengembangan Program OVOP (One Village, One Product atau satu desa satu produk unggulan) serta menghadirkan NTT Mart sebagai upaya menciptakan pasar dalam memuliakan produk-produk hasil kerja masyarakat lokal.

”Kita juga akan terus mengawasi kelancaran program pemerintah pusat didaerah seperti makan bergizi gratis dan koperasi desa merah putih,” jelas Gubernur.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengungkapkan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang secara aktif turun ke lapangan bertemu masyarakat sekitar untuk memantau percepatan program kerja. “Dengan turun langsung dan bertemu dengan masyarakat tentu akan memberikan ruang kedekatan pemimpin daerah bersama masyarakat Diharapkan dengan hasil survei ini juga dapat menjadi bahan rekomendasi untuk kebijakan-kebijakan selanjutnya,” ungkap Pangi.

Selain itu, Ade Reza Hariyadi yang merupakan salah satu penanggap dalam diskusi menjelaskan, satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT merupakan langkah penting untuk melihat proyeksi ke depan.