“Pengalamannya di Manggarai Barat, termasuk dalam melayani agenda nasional dan internasional, menjadi modal penting untuk membantu Gubernur mencapai target PAD sebesar Rp2,8 triliun,” tambahnya.
Selain itu, ia menilai pentingnya regenerasi kepemimpinan birokrasi di NTT. Frans Sales Sodo dianggap sebagai sosok muda yang memiliki semangat membangun daerah dan memahami tata kelola pemerintahan.
“Kita tidak boleh gagal menyiapkan generasi penerus yang memahami birokrasi dan memiliki integritas,” tegas Yohanes.
Frans Sales Sodo Raih Nilai Tertinggi
Sementara itu, Ketua Tim Panitia Seleksi Sekda NTT, Prof. Alo Liliweri, menjelaskan bahwa penetapan tiga calon teratas dilakukan berdasarkan hasil kompilasi penilaian kuantitatif dan kualitatif.
Tiga nama tersebut adalah Fransiskus Sales Sodo (Sekda Kabupaten Manggarai Barat), Servulus Bobo Riti (Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/P2MI RI), dan Ruth Diana Laiskodiat (OPD Provinsi NTT).
“Penetapan tiga besar ini berdasarkan nilai hasil seleksi. Selanjutnya, Gubernur atau Wakil Gubernur masih dapat melakukan penilaian kualitatif tambahan terhadap ketiga calon,” jelas Prof. Alo.
Ia menegaskan bahwa Tim Pansel telah menyerahkan berita acara hasil seleksi kepada Gubernur NTT melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTT.
“Itu merupakan hasil akhir kerja Tim Pansel. Tahapan selanjutnya, Gubernur akan mengusulkan satu nama kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri,” pungkasnya. (*)







Tinggalkan Balasan