“Kami meminta rekanan tetap bertanggung jawab melakukan perbaikan. Harapannya seluruh paket IJD dapat diselesaikan dengan baik dan benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Untuk pelaksanaan kegiatan TA 2026, Janto mengungkapkan bahwa proses pengadaan telah mulai berjalan sesuai arahan pimpinan pusat. Ditargetkan, seluruh tahapan pengadaan dapat diselesaikan pada pertengahan hingga akhir Januari 2026 sehingga penandatanganan kontrak bisa dilakukan lebih awal.
“Dengan kontrak yang lebih cepat, penanganan jalan dan pemantapan kondisi ruas dapat dilakukan lebih dini,” jelasnya.
Terkait jumlah paket pekerjaan pada 2026, BPJN NTT masih menunggu usulan resmi dari pemerintah daerah yang diajukan melalui aplikasi sistem perencanaan.
Usulan tersebut sebagian besar telah disampaikan pada awal Desember 2025, namun jumlah serta skala paketnya masih dalam tahap finalisasi.
Selain fokus pada pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional, BPJN NTT juga memberi perhatian serius terhadap mitigasi bencana. Sejumlah posko serta alat berat telah disiagakan di titik-titik rawan bencana, khususnya di wilayah Flores dan Pulau Timor.



Tinggalkan Balasan