Ambrosius Kodo menegaskan, pemerintah provinsi berkomitmen untuk meningkatkan mutu kepemimpinan satuan pendidikan di NTT melalui proses seleksi yang transparan dan akuntabel.
“Kami berharap dari seleksi ini akan lahir kepala sekolah yang mampu membawa perubahan positif dan meningkatkan kualitas pendidikan di NTT,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sejauh ini proses seleksi berjalan lancar dan tanpa ada kendala. “Seleksi substansi ini dilaksanakan di ruang tempat uji kompetensi di sekolah-sekolah yang memiliki peralatan komputer, jaringan yang memadai, dan guru-guru diberikan waktu 120 menit untuk mengerjakan 70 soal,” jelas Ambros Kodo.
Pasca seleksi, tim dari Direktorat KSPSTK akan melaksanakan sidang pleno untuk menentukan keluluan dan perankingan. Hasilnya akan diserahkan kepada pimpian daerah untuk membuat keputusan mengangkat kepala sekolah.
“Setelah diangkat, mereka wajib mengikuti diklat pelatihan bakal calon kepala sekolah, sebagai syarat utama seperti SIM untuk diangkat sebagai kepala sekolah. Tahun 2026, sudah ada alokasi anggaran untuk 303 calon kepala sekolah untuk mengikuti pelatihan bakal calon kepala sekolah,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan