“Seleksi substansi ini bertujuan untuk memastikan bahwa bakal calon kepala sekolah yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan, manajerial, serta pemahaman yang baik tentang dunia pendidikan,” ujar Ambrosius Kodo.
Ia mengungkapkan, jumlah peserta yang diundang melalui aplikasi SIM KSPSTK (Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan) sebanyak 1.102 orang.
Namun, dari jumlah tersebut hanya 511 peserta yang mengunggah dokumen persyaratan, sementara 599 orang tidak melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.
“Sebanyak 511 peserta yang telah lolos verifikasi administrasi kemudian diundang untuk mengikuti seleksi substansi pada hari ini,” jelasnya.
Seleksi substansi BCKS dilaksanakan di delapan titik lokasi, yaitu:
• SMKN 1 Kupang, dengan 119 peserta dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.
• SMKN 2 So’e, diikuti 35 peserta dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
• SMKN 1 Atambua, dengan 71 peserta dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Malaka.
• SMK Kristen 1 Kalabahi, diikuti 20 peserta dari Kabupaten Alor.
• SMKN 1 Maumere, dengan 73 peserta dari Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata.
• SMKN 2 Ende, diikuti 62 peserta dari Kabupaten Ende, Ngada, dan Nagekeo.
• SMKN 1 Labuan Bajo, dengan 55 peserta dari Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
• SMA Swasta St. Alfonsius Tambolaka, diikuti 77 peserta dari wilayah daratan Sumba.



Tinggalkan Balasan