“Ini adalah bentuk perhatian besar dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur terhadap peran strategis penyuluh pertanian. Mereka adalah ujung tombak di lapangan,” terangnya.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan sarana produksi pertanian, seperti benih padi, jagung, dan hortikultura, alsintan berupa traktor roda dua dan empat, pompa air, irigasi perpipaan, kultivator, rotavator, hingga alat panen modern. Program Pekarangan Pangan Bergizi dan Lestari juga terus digalakkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Hal ini, lanjut Umbu, membawa dampak positif, yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Petani kini merasa lebih sejahtera karena hasil pertanian meningkat, pendapatan bertambah, dan lahan dapat diolah dengan lebih cepat dan efisien. Mereka juga mampu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anak, serta tetap menjalankan aktivitas sosial dan budaya.

“Pemerintah ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara. Bantuan bibit dan benih kita sebar ke seluruh wilayah NTT, terutama di sentra-sentra produksi. Kita ingin petani tahu bahwa pemerintah ada dan bekerja bersama mereka,” pungkas Umbu.