Ia menyebut, tidak hanya produktivitas padi yang meningkat, tetapi juga produksi beras secara keseluruhan, yang meningkat 145.870 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan Dasa Cita Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, terkait peningkatan produksi pangan di bidang pertanian.
“Produksi padi meningkat sekitar 35 persen dibandingkan tahun lalu. Hal yang sama juga terjadi pada produksi beras. Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, penyuluh, dan para petani di lapangan,” ujar Umbu, kepada Koranntt.com, Rabu 10 Desember 2025.
Ia menerangkan, salah satu faktor utama peningkatan produksi adalah perubahan pola tanam. Jika sebelumnya sebagian besar petani hanya mampu menanam padi satu kali dalam setahun, kini dengan dukungan curah hujan yang lebih baik, ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pupuk, serta pendampingan penyuluh, petani mampu menanam dua kali bahkan hingga tiga kali dalam setahun.
“Kondisi ini terus kita jaga. Harapan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur sangat jelas, yakni agar NTT tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi nyata secara nasional di sektor pertanian,” ungkapnya.



Tinggalkan Balasan