Selain itu, Bulog juga mempercepat penyaluran Bantuan Pangan (Banpang). Untuk alokasi Oktober–November 2025, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) meningkat dari 605.291 menjadi 653.746 PBP. Setiap PBP menerima bantuan berupa 10 kilogram beras per bulan dan tambahan 2 liter minyak goreng.
“Harapannya, melalui penyaluran bantuan pangan, SPHP, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Arrahim.
Untuk memastikan kelancaran distribusi dan mencegah spekulasi harga, Bulog NTT terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pengawasan dilakukan secara intensif guna mencegah penimbunan dan praktik yang merugikan masyarakat.
“Dengan kesiapan stok dan sistem distribusi yang terjaga, masyarakat tidak perlu khawatir. Bulog berkomitmen penuh menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, khususnya beras, bagi masyarakat NTT,” pungkasnya.
Selain menjaga pasokan, Bulog NTT juga menyiapkan penguatan cadangan pangan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem maupun gangguan logistik selama periode Desember hingga Januari, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di wilayah NTT. (*)



Tinggalkan Balasan