Arrahim menambahkan, kebijakan HPP yang ditetapkan pemerintah tahun ini memberikan kepastian bagi petani. Apabila harga pasar berada di bawah HPP, Bulog siap menyerap hasil panen petani, sehingga turut menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Menjelang akhir tahun, Bulog memastikan cadangan beras pemerintah berada pada posisi yang sangat kuat. Secara nasional, stok beras hingga akhir November 2025 tercatat mencapai 3,8 juta ton. Sementara itu, stok beras di wilayah NTT dipastikan aman, mencukupi, dan terjamin distribusinya hingga tahun depan.
“Stok beras untuk kebutuhan Provinsi NTT sangat mencukupi, tidak hanya untuk Natal dan Tahun Baru, tetapi juga untuk menghadapi Lebaran tahun depan,” tegasnya.
Dalam rangka menjaga stabilitas harga, Bulog terus mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga kini, penyaluran SPHP di NTT telah mencapai 29.270 ton, yang disalurkan melalui pasar tradisional, ritel modern, Koperasi Desa Merah Putih, distributor resmi, serta berbagai kanal penjualan yang bekerja sama dengan Bulog.



Tinggalkan Balasan