Kemudian, lanjut Irene, EB menanyakan alamat kos korban, dengan tujuan ingin melaporkan kepada pemilik kos tentang kejadian tersebut. Pertanyaan tersebut juga tidak bermaksud mengintimidasi korban.

“Jadi tidak ada pemukulan selanjutnya. Hanya 1 kali saja. Tidak ada ancaman atau intimidasi terhadap korban,” ucapnya.

Irene juga membantah narasi yang beredar di media sosial, bahwa EB berada dalam pengaruh alkohol. “Waktu itu kami sedang cuci pakayan, baru jalan ke supermarket. Jadi tidak ada pengaruh alkohol,” tegasnya.

Irene juga menambahkan, pasca kejadian tersebut, EB tidak langsung ke kantor, karena mengejar waktu untuk apel malam, sehingga belum sempat menemui korban. Meski demikian, pihaknya tetal terbuka untuk menyampaikan permohonan maaf, dan ingin agar masalah tersebut diselesaikan secara damai.

“Kami ingin masalah ini diselesaikan secara baik-baik. Kami mau berdamai dan sudah ada janji untuk besok (hari ini), kami bertemu dengan korban,” ucapnya. 

Irene berharap, masyarakat pada umumnya yang sudah terlanjur melihat informasi ini, agar tidak langsung memberikan penilaian yang negatif terhadap EB.